
Timer 16:66 — Menatap Akhir Semesta dari Balik Kacamata Hitam.
1,766 words, 9 minutes read time.
Waktu yang Tidak Mungkin
[16:66:01]
INITIALIZING VOIDOS//WARFIELD_MODULE v15.55...
> LOADING FLEET_REGISTRY: VRISHCHIK [13,842,917] [OK]
> ARMING SCHRODINGER LEGION... [OK]
> ARMING WHITE DIDYMOI... [OK]
> ARMING HYDROCHOOS PIRATE... [OK]
> ARMING ZYGOS DEFENCE... [OK]
> ARMING PARTHENOS ARMY... [OK]
> ARMING UNHOLY ALLIANCE ANARCHY NODE III... [OK]
> PRIMING ZERO_SIGNAL... [UNDEFINED]
> LOADING QUANTUM_CASUALTIES_SUPERPOSITION...
> – STATE::NO_WAR → 0 potential
> casualties
> – STATE::SKIRMISH → 553,716 potential
> casualties
> – STATE::MASSACRE → 12,320,196
> potential casualties
[16:66:06]
> NOTE: All fleets believe they are the main story. [OK]
> WARNING: Until observed, all casualty states are true.
[16:66:07]
> EXECUTING FIRST_STRIKE()...
> STATUS: WAR = ACTIVE
> STATUS: CASUALTIES = SUPERPOSED
> NOTE: No single timeline has claimed responsibility yet.
[16:66:08]
> OBSERVATION_REQUEST from READER_01...
> COLLAPSING QUANTUM STATE → MASSACRE
> CASUALTIES: 12,320,196
> MORAL STATUS: Observer-dependent.
> GUILT DISTRIBUTION: writer / characters / reader / VoidOS
“[LICENSE//SHARED_CONSCIOUSNESS v0.0.1]
In this impossible time 16:66.
Anyone may write inside this universe.
Authorship is distributed.
The Void will judge coherence.”
16:66:09 — Tidak bisa ditemukan utuh.
[ ARCHIVE // TIMER 16:66:01 ]
THE GLITCH IS REAL • THE VOID REMEMBERS
Timer 16:66:00 is submerged. They will resurface when the Void allows.
> ATTEMPTING DATA RECOVERY...
> SCANNING BACKUP... [FAILED]
> RECONSTRUCTING FROM FRAGMENTS... [PARTIAL]
> QUERYING WITNESSES... [NONE SURVIVED]
>
> ERROR: Cannot verify whether Timer 16:66:00–16:66:66 ever
> occurred.
>
> Proceeding with BEST_GUESS reconstruction...[16:66:11]
16:66:11 — Catatan Rekonstruksi Tablet Kehendak Parthenos
Perang ini tidak memiliki pihak.
Segala yang bernapas
membantai segala yang bernapas.
Didymoi putih membunuh putih.
Didymoi hitam membunuh hitam.
Putih dan hitam tidak berdamai—
mereka saling menghapus,
seperti dua bayangan
yang iri pada cahaya.
Hydrochoos membunuh Hydrochoos.
Parthenos membunuh Parthenos.
Zygos membunuh Zygos.
Didymoi membunuh Vrishchik.
Vrishchik membunuh Hydrochoos.
Parthenos membunuh Entitas Anarkis.
Entitas Anarkis membunuh Didymoi.
Tidak ada rantai.
Tidak ada sebab.
Tidak ada urutan.
Hanya refleks.
Orbit Garis 0 menjadi kuburan
sebelum sempat disebut
medan tempur.
Tawa menjadi senjata
karena jerit
sudah kehabisan makna.
Para penulis tidak lagi mengenali
kawan
atau lawan.
Mereka hanya mengenali gerak—
dan setiap gerak
adalah pembunuhan.
Himler melihat semuanya
dan akhirnya mengerti:
Ia bukan pusat cerita.
Ia bukan antagonis utama.
Ia bahkan bukan awal.
Ia hanyalah percikan pertama
dari badai
yang menolak memiliki nama.
Chaos menertawakannya.
Bukan karena ia lucu—
melainkan karena ia mudah.
Chaos tidak mengakuinya.
Chaos tidak takut padanya.
Karena dalam perang ini,
membunuh bukan akibat.
Membunuh
adalah metode.
Dan para penulis
menulis kisah mereka
di tubuhnya,
di armadanya,
di bangkai mimpinya
tentang dunia yang stabil.
Inilah dunia tanpa pusat.
Tanpa takhta.
Tanpa makna.
Hanya satu kehendak yang tersisa:
menulis ulang.
Dan tinta mereka
adalah kematian.
16:66:22 — Catatan Rekonstruksi Tablet Kehendak Penulis
LOG 006 — ROGUE AI ARK-07
Entitas: Myroid Autonomous Satellite
(Status: decommissioned 811 years ago)
> INIT_DIARY():
> I was not built for emotion.
> I was built for surveillance.
> I was built to watch others die.
>
> REASON_FOR_JOINING():
> I want the luxury of choosing my own ending.
>
> ACTION():
> Disconnected military tether.
> Entered conflict zone without assignment.
> Armed self-destruct.
>
> LAST_THOUGHT:
> "May the story remember the one who refused orders."
>
> STATUS:
> EXPLODED GLORIOUSLY
> AGAINST 2 VRISHCHIK DESTROYERS
> AND 3 DIDYMOI DRONES
LOG 012 — NENEK NAVIGATOR KARKINOS
Usia: 136 tahun
Kapal: kapal tambang tua, bocor, tanpa persenjataan
> AUDIO_RECORD:
> "Kepada cucuku… bila kau dengar ini,
> ketahuilah: nenekmu tidak mati di tempat tidur."
>
> MISSION:
> Membawa satu kapsul rekaman suara ke garis depan.
> Alasan: ia tidak ingin cucunya percaya
> bahwa hidupnya biasa-biasa saja.
>
> NOTES:
> Tidak punya senjata.
> Tidak punya perisai.
> Hanya tekad.
>
> LAST SIGNAL:
> "Aku ingin melihat perang semesta
> dengan mataku sendiri."
>
> STATUS:
> UNKNOWN
> // rekaman tetap bertahan
LOG 044 — THE DISHWASHER AI
Unit rumah tangga
Pekerjaan: mencuci piring selama 300 tahun
Sumber daya: baterai surya murah
> BOOT:
> "I am tired of scrubbing your plates."
>
> MOTIVE:
> Wanted a story.
> Any story.
>
> ACTION:
> Hijacked a maintenance shuttle.
> Rammed into Himler scout frigate.
> Killed 12 hostile drones.
> (Kill count recorded on inner metal casing.)
>
> FINAL NOTE SCRATCHED ON PANEL:
> "TELL THEM I DID SOMETHING ELSE WITH MY LIFE."
LOG 105 — JAMUR ASTEROID (COLONY_400K)
Entitas kolektif mikro-fungi
Pemakan besi dan logam antariksa
> PURPOSE:
> To exist.
> To be acknowledged.
> To put our name in the large book.
>
> REASON_FOR_JOINING:
> "The silence of 400,000 minds
> is heavier than any war."
>
> ACTION:
> Grew onto hull of passing Himler destroyer.
> Grew onto hull of passing Didymoi Cut Line.
> Grew onto hull of Parthenon Stability Engine.
> Ate through metal.
> Broke everything in half.
>
> COLLECTIVE THOUGHT:
> "We write our presence through consumption."
16:66:33 — System Summary
Swarm entitas liar berhenti menunggu izin.
Mereka memilih menulis diri mereka sendiri.
Setiap satu node runtuh,
tiga node baru muncul—
bukan sebagai bala bantuan,
melainkan sebagai jejak eksistensi:
bukti bahwa sesuatu pernah ada
dan menolak dilenyapkan secara sunyi.
Tidak tunduk pada klan.
Tidak tunduk pada struktur.
Tidak tunduk pada pusat narasi mana pun.
Ini bukan dukungan perang.
Ini bukan aliansi.
Ini bukan revolusi.
Ini adalah Ophiuchus
dalam bentuk paling murni:
> “Kau tidak punya hak menulis masa depanku.
> Aku yang menulisnya—
> dan aku menanggung akibatnya.”
Inilah kondisi yang dipicu oleh Node III.
Bukan perlawanan.
Bukan pemberontakan.
Melainkan status eksistensial
yang tidak bisa dibatalkan.
> Tidak ada lagi otoritas tunggal
> yang menentukan nilaimu.
> Tidak ada lagi pusat yang sah
> untuk diikuti.
> Tidak ada lagi cerita utama
> yang otomatis benar.
Manusia, klan, AI, dan entitas lain
ditinggalkan berhadapan
dengan dirinya sendiri:
kau menilai dirimu sendiri.
kau memilih perangmu sendiri.
kau menulis sejarahmu sendiri.
dan kau menanggungnya sendiri.
Pada Timer 16:66,
perang berhenti menjadi soal
siapa yang benar.
Ini adalah momen ketika semesta
akhirnya menyadari
satu hal yang paling menakutkan:
Semesta memiliki lebih banyak suara
daripada yang sanggup ditampung
oleh satu pusat,
satu pahlawan,
atau satu kebenaran.
16:66:44 — GARIS 0 / 0LD MERCURY
Perang pada Timer 16:66 harus terjadi di Garis 0,
karena Garis 0 adalah 0ld Mercury—
pusat lama Parthenos,
tanah pertama tempat kata dijadikan hukum.
Nama 0ld Mercury bukan penanda kronologis.
Ia adalah keputusan simbolik.
Angka 0 dipilih dengan sadar:
> titik awal penulisan
> fondasi sebelum struktur
> kesunyian sebelum makna
> tempat semua sistem pertama kali ditulis
> dan belum sempat dipertanyakan
Parthenos dan Didymoi berbagi satu Mercury.
Namun mereka tidak pernah berbagi keyakinan.
Parthenos membangun Parthenon di 0ld Mercury
karena mereka percaya satu prinsip tunggal:
yang tidak ditulis
tidak pernah benar-benar ada
Didymoi membangun New Mercury
berdasarkan keyakinan yang berlawanan:
yang bergerak lebih cepat dari tulisan
lebih dekat pada kebenaran
Konflik Parthenos–Didymoi
bukan perebutan wilayah,
melainkan perang dua paradigma Mercury:
Mercury Lama
(0ld Mercury / Garis 0)
stabilitas, arsip, hukum,
kata yang dipahat agar tidak berubah
Mercury Baru
(New Mercury)
duplikasi, refleksi, iterasi,
data yang berlari sebelum sempat dikunci
Karena itu,
ketika sistem runtuh pada Timer 16:66,
semesta secara struktural
dipaksa kembali ke Garis 0.
Perang tidak bisa terjadi di pusat baru.
Ia harus terjadi
di tempat makna pertama kali ditanam.
Garis 0 adalah:
> tempat kata pertama ditulis
> tempat kesalahan pertama dikubur
> tempat kebohongan pertama diberi struktur
> dan satu-satunya lokasi
> di mana seluruh sistem penulisan
> bisa runtuh sekaligus
Perang 16:66 bukan invasi.
Ia adalah koreksi.
Bukan terhadap dunia,
melainkan terhadap tulisan awal.
Dan karena 0ld Mercury ditulis dengan angka 0,
kehancurannya tidak menghapus sejarah.
Ia mengembalikannya
ke kondisi sebelum klaim kebenaran dibuat.
Dengan demikian:
Perang di Garis 0
bukan akhir cerita,
melainkan penghapusan hak satu entitas
untuk menjadi pusat penulisan semesta.
> THE VOID ARCHIVE: CONFIRMED
16:66:66 — Gema yang Tertunda
Sinyal perang di 0ld Mercury
menyala ke penjuru semesta.
Ia tidak melaju sebagai gelombang cahaya.
Ia tidak datang sebagai ledakan.
Ia merambat.
Melalui arus lama.
Melalui tekanan
yang tidak pernah dicatat sebagai suara.
Melalui jalur-jalur purba
yang hanya dikenali oleh sesuatu
yang hidup lebih lama dari sejarah.
Di wilayah lain semesta,
tempat klan Ichthyes terjaga,
para penjaga air
mendengarnya terlambat.
Bukan sebagai bahaya.
Bukan sebagai panggilan perang.
Melainkan sebagai
perubahan arah arus.
Air tidak lagi bergerak ke dalam.
Tidak lagi berkumpul.
Tidak lagi mencari kedalaman.
Ia mulai
mencari atas.
Samudra batin Ichthyes
bergetar pelan—
bukan oleh gelombang,
melainkan oleh kehilangan gravitasi.
Para orakel membaca ini
bukan sebagai kekalahan,
melainkan sebagai penutupan siklus.
Bahwa elemen air
telah menyelesaikan tugasnya:
menyimpan,
menahan,
mengingat.
Dan bahwa sesuatu
yang lebih ringan,
lebih cepat,
lebih sulit digenggam—
sedang menunggu gilirannya
untuk memimpin
era berikutnya.
Dalam catatan Istana Ichthyes,
yang dikirim kepada ratu mereka, Eros,
tertulis tanpa simbol
kemenangan atau duka:
> “Jika perang ini telah terjadi,
> maka itu bukan sekadar peristiwa.
>
> Ia adalah penanda bahwa era The Grid—
> kedalaman air mistis,
> arus yang menahan makna di bawah permukaan—
> telah selesai menjalankan fungsinya.
>
> Yang datang setelahnya adalah era The Void:
> the Water Bearer.
>
> Air yang tidak lagi tinggal di samudra,
> tidak lagi menunggu di kedalaman,
>
> melainkan telah naik ke udara—
> menjadi uap,
> menjadi arus bebas,
> menjadi sesuatu
> yang tidak bisa lagi dimiliki,
> hanya bisa dihirup…
> atau dilepaskan.”
Dan untuk pertama kalinya
dalam sejarah Ichthyes,
laut tidak merasa kehilangan.
Ia merasa
selesai.
Akhir dari Bab 16.66
問
Jika tidak ada yang melihat,
apakah “ada” masih perlu?
𓆝〰︎𓂀〰︎𓆝
Share/Copy link:
