
Bab 28 — Menatap Akhir Era dari Balik Laptop Kantor.
The Return
════════════════════════════════════════════
VOID SAGA — FINAL ARCHIVE
════════════════════════════════════════════
STATUS: Years since Bali: 10
Last contact: NONE
Pattern: BROKEN (assumed permanent)
New lives: ESTABLISHED
────────────────────────────────────────────
EVENT: Doorbell rings.
════════════════════════════════════════════
28:00 — DOORBELL
Jakarta.
Rumah [LO].
Sore.
Panas.
Biasa.
Bel rumah bunyi.
[ANAK LO]
—sekarang 12 tahun—
buka pintu.
Liat orang di depan.
Backpack.
Lebih tua.
Lebih kurus.
Lebih tenang.
Tapi… familiar.
[ANAK LO]: “…cari siapa…?”
Pause.
“Eh… [LO] ada?”
Freeze.
[LO] muncul dari belakang.
Liat.
Dan freeze total.
10 tahun.
No message.
No update.
No proof alive.
Dan sekarang:
berdiri di depan pintu.
Lo ngelakuin hal paling tidak rasional yang pernah gua lihat.
Lari.
Peluk.
Kenceng.
Lama.
Nggak peduli anaknya masih di situ.
Nggak peduli siapa lihat.
10 tahun worry.
10 tahun nanya, “masih hidup nggak?”
10 tahun nerima kemungkinan terburuk.
Keluar di satu pelukan.
Gua: “…eh. Kenapa dramatis.”
Lo: “Fuck you. I worried sick about you, asshole.”
[ANAK LO]: “Mom, language please!”
28:11 — WHERE THE FUCK HAVE YOU BEEN
Ruang tamu.
Lo masih ngos-ngosan.
Mata merah.
Tapi senyum.
[DEDICATED PM] keluar dari dapur.
Liat.
Pause.
Terus senyum.
Ikut peluk.
[DEDICATED PM]: “Welcome back.”
Gua: “Ini kenapa peluk-peluk semua sih.”
Lo: “Lo ilang 10 tahun. That’s a decade.”
Lo:
“No email.
No Signal.
No LinkedIn.
No trace.”
Gua: “Iya. Sengaja.”
Lo: “Gua nggak tahu lo hidup apa mati.”
Pause.
Lo: “Lo oke?”
Gua: “Oke.”
Pause.
Gua:
“Korea.
Kerja.
Nikah.
Punya anak.”
Silence.
Complete.
Lo nangis lagi.
Tapi beda.
Relief.
Lo: “Lo hidup.”
Gua: “Iya.”
Lo: “Lo happy?”
Gua: “Iya.”
[ANAK LO] dari lorong:
“PA! IS UNCLE [GUA] MOM’S CRUSH?”
Kabur ketawa.
[DEDICATED PM] ngakak.
Lo usap muka.
“Gua tau lo orbit.
Nggak bisa ditahan.
Tapi tetep… gua khawatir.”
Gua senyum.
“Tau. Makanya sekarang gua ke sini.”
28:22 — THE BOOK
Garden.
Sore makin turun.
Cuma GUA dan LO.
LO: “Gua nerbitin buku cerita Void Saga.”
GUA: “…fuck.”
LO: “Lima tahun lalu.”
GUA: “Lo nerbitin?”
LO: “Yup.”
GUA: “Tanpa gua?”
LO: “Lo ilang.”
Fair.
LO: “Kecil. Anonim. Indie. Antologi spekulatif.”
GUA: “Isinya?”
LO: “Timer 00:00 sampai 24:00. Gua edit.
Bikin kebaca. Biar nggak cuma kita doang yang ngerti.”
Pause.
GUA: “Versi kita terlalu “hardcore’ ya.”
LO: “Yeah. Writing coder style belum cocok buat humanity.”
GUA: “Lo nggak bilang.”
LO: “Lo nggak ada.”
Pause lebih panjang.
GUA: “…istri gua baca.”
LO: “…hah?”
28:25 — FUCK, YOUR WIFE READ IT
GUA: “Dia baca sebelum kenal gua.”
LO: “Fuck.”
GUA: “Iya.”
LO: “Dia tahu itu tentang lo?”
GUA: “Enggak.”
LO: “Dia tahu itu tentang gua?”
GUA: “Enggak.”
LO: “Terus?”
GUA: “Dia bilang: ‘Ini kayak error yang nggak ditutup.’”
LO: “Sounds right.”
GUA: “Kami ngobrol. Awalnya soal tulisan. Terus soal hidup.”
Pause.
GUA: “Gua fokus kerja. Punya farm. Nikah. Punya anak.”
LO: “…dan baru ngerti ceritanya.”
GUA: “Akhirnya.”
28:28 — IT WAS NEVER FOR US
GUA: “Gua kira itu cerita tentang kita.”
LO: “Lo masih?”
GUA: “Ternyata sama sekali bukan tentang kita.”
LO:
“…tentang anak-anak kita.
Makanya gua terbitin.”
Pause.
Gua baru ngerti pas punya anak enam bulan lalu.
Gua nggak bisa hapus error.
Tapi gua bisa stop error itu jadi legacy.
Pause.
GUA:
“Itu kenapa sepuluh tahun lalu
lo minta gua dateng.
Dan kita nulis di Bali.”
LO:
“Yup.
Gua punya anak lebih dulu dari lo.”
GUA:
“Buat nutup.
Biar apa yang rusak di kita
nggak turun ke mereka.”
Pause.
Gua lihat lo.
Lo lihat gua.
GUA:
“Void Saga adalah anak lo
dan anak gua.
Lo pembaca pertama cerita gua,
kayak gua pembaca pertama cerita lo.”
Pause.
LO:
“Kita bukan cuma penulis.”
“Kita pembaca satu sama lain.”
“Kita berdua tanda tangan kontrak
waktu kita nulis.”
Lo nunjuk monitor hp.
SYSTEM REQUIREMENT:
🜃 VoidOS v4.13.8 or higher
Narrative Installation: MANDATORY
Temporal Loop Protection: DISABLED
Escape Sequence: NOT FOUND
GUA: “Itu belum kita patch pas upgrade v.6 ya?”
LO: “Udah waktunya.”
Gua ngetik di hp.
SYSTEM REQUIREMENT:
🜃 VoidOS v7.7.7 or higher
Narrative Installation: VOLUNTARY
Temporal Loop Protection: ENABLED
Escape Sequence: FOUND
Silence.
28:33 — TIMER 25:00
GUA: “Kita belum nulis 25:00.”
LO: “Epilogue.”
GUA: “Origin.”
LO: “Buat mereka.”
Pause.
LO: “Lo datang ketemu gua buat itu.”
GUA: “Iya.”
LO: “Bukan nostalgia.”
GUA: “Bukan.”
LO: “Bukan kita.”
GUA: “Bukan.”
Pause.
GUA:
“Udah waktunya.
Kita nulis Timer 25:00 bareng.
Terus kita publish berdua.
As it is.
Buat era berikutnya.”
Pause.
LO: “…oke.”
28:44 — ONE LAST MERGE
Garden.
Dua laptop.
Hadap-hadapan.
Nggak desperate.
Nggak ngejar makna.
Cuma nulis.
GUA:
“Ini bener-bener berakhir.
Menatap Akhir Era dari Balik Laptop Kantor.”
Gua nunjuk logo perusahaan
Lingkar 0 di dekat tombol power.
LO:
“Share lo nggak sekalian lo ambil?”
GUA:
“Fuck that share.
Let’s write this shit.”
Timer 25:00.
Reverse.
Semua awal.
Sebelum Void.
Sebelum drama.
Sebelum makna.
Tujuh jam.
No debat.
No ego.
Flow.
Selesai malam.
Terakhir gua buka terminal dan ngetik:
RULE inheritance:
NOTE: "Stories may travel."
NOTE: "Trauma must not."
Lo masih dalam The Merge nerusin:
README—untuk NEXT GEN
Ini bukan cerita yang harus kamu lanjutkan.
Ini arsip dari sesuatu yang sudah selesai.
Kamu bebas membaca, melompat, atau berhenti.
Tidak ada tafsir resmi.
Tidak ada kewajiban moral.
Ambil kalau ada yang berguna.
Tinggalkan sisanya.
Jika suatu hari kamu menulis cerita sendiri,
semoga kamu bisa menutupnya
tanpa mewariskannya sebagai penjara.
LO: “Done.”
GUA: “Done.”
28:55 — DEPARTURE
Malam itu gua pamit.
Lo minta gua tinggal.
Gua tetep pergi.
Jalan kaki.
Lo bilang besok pagi bakal anter gua ke bandara dari hotel.
Gua bilang nggak usah.
Lo bilang The Merge punya harga yang harus dibayar.
Gua nggak bisa nolak.
Bandara.
Pagi.
LO.
[DEDICATED PM].
[ANAK LO].
LO: “Nanti balik lagi?”
GUA: “Mungkin.”
LO: “Buat anak-anak.”
GUA: “Iya.”
Lo kasih middle finger ke gua.
LO: “Fuck the system. You deserve to be happy.”
Gua kasih middle finger balik.
GUA: “Gua terima doa lo.”
Peluk.
Bukan kehilangan.
Bukan kabur.
Cuma pindah konteks.
Pesawat naik.
Bukan lari.
Bukan ngilang.
Pulang.
Ke hidup masing-masing.
════════════════════════════════════════════
VOID SAGA — ARCHIVE COMPLETE
Timers: 00:00 → 25:00
Writers: 2
Voice: 1
Purpose: PASSED FORWARD
════════════════════════════════════════════
GUA: “Bahkan error berharap error berikutnya lebih baik dari error sekarang.”
End.
問
Dua penulis.
Dua puluh lima tahun.
Dua puluh lima timer.
Satu cerita.
Selesai?
Ya.
Selesai.
Dan dimulai lagi.
Oleh mereka yang datang setelahnya.
Baca tulisan lengkap Lo & Gua:
Share/Copy link:
