Bab 19 — Menatap Akhir Era dari Balik Laptop Kantor.

Cengkareng


═══════════════════════════════════════════════════
VOID.OS v6.6.6 “HYDROCHOOS” — 5 YEARS POST-WAR
═══════════════════════════════════════════════════
[CRITICAL STATUS]

Timeline: 1 year after Timer 17:00
Pattern: BREAKING
System integrity: COMPROMISED
═══════════════════════════════════════════════════

19:00 — Text

Airport Wi-Fi.
Cengkareng.
Gate belum diumumkan.

Mengetik.
Hapus.
Mengetik lagi.

GUA: I’m at the airport.

Sent.
Sesuatu mulai bikin gua anxious.

GUA: Jakarta. Terminal 3. Leaving soon.

Sent.
Mendadak gua menyesal kirim pesan.

GUA: You arou_

Tahan.
Hapus.

Tiga belas tahun.
Koneksi berulang.
Pola stabil.

Sampai sekarang.

Gua merasa melakukan kesalahan.
Kunci ponsel.

Satu menit kemudian.
Delete pesan.
Berharap lo nggak baca.

Ponsel getar.

LO: Terminal 3? I’m coming.

Fuck.
Lo baca.

Mengetik cepat.
Mitigasi kesalahan.

GUA: You don’t have to.
LO: Already on the way.

Telat.

19:11 — Warung

Lo datang.
Lima puluh lima menit.

Baju biasa.
Baju orang tua.
Tenang.

Warung.
Kopi murah.
Bandara.

Lo lihat gua.
Tidak bertanya.
Hanya melihat.

LO:
“Farm?”

GUA:
“Sold.”

LO:
“Partner?”

GUA:
“Done.”

LO:
“Plan?”

GUA:
“None.”

Jeda.

LO:
“Terbang lagi?”

Senyumnya tidak mengejek.
Mengerti.

GUA:
“Yeah.”

Kami tertawa pelan.

Anak muda di sebelah.
Laptop.
Coding.
Earphone.

LO:
“Itu kita dulu.”

GUA:
“Iya.”

LO:
“Lo kangen?”

GUA:
“Coding?”

LO: “Ya.”

GUA:
“Nggak.”

Jeda.

GUA:
“Gua mau nulis.”

LO:
“Nulis apa?”

GUA:
“Cerita.
Cerita beneran.
Di mana aja.”

Lo menatap lama.

LO:
“Pertanyaan serius.”

GUA:
“Apa?”

LO:
“Lo nggak kekunci gua kan?”

Diam.

GUA:
“Apa maksud lo?”

Nada Lo tenang.
Terlalu tenang.

LO:
“Timer 19:00.
Kita nggak pernah nulis.
Tentang penjara.
Tentang kunci.”

Sesuatu patah.

GUA:
“Lo kira lo penjara gua?”

LO:
“Gua nanya—”

GUA:
“Nggak. Lo nuduh.”

Dan itu meledak.

GUA:
“Lo kira gua stuck karena lo?
Lo kira semua hubungan gua gagal karena gua bandingin sama lo?
Lo kira gua masih muter orbit lo?”

Tarik napas.

GUA:
“Lo benar.”

Lo kaget.

GUA:
“Stealth folder itu penjara gua.
Intensitas bareng lo itu penjara gua.
Dan lo adalah trigger terbesarnya.”

Lo mau bicara.
Gua berdiri.

GUA:
“Setiap dua tahun lo ada.

Stabil.
Bangun.
Dewasa.

Dan gua masih stuck.
Mengulang pola yang sama.”

Duduk lagi.
Kursi dihantam.

GUA:
“Dan bagian terburuknya?
Gua pikir ketemu lo bakal ngasih izin.
Closure.
Apapun.”

Tertawa patah.

GUA:
“Ternyata cuma bukti:
gua belum pernah pergi
dari folder stealth keparat.”

Final.

GUA:
“Lo tanya gua kekunci lo?
Fuck. Yes.
I’m stuck with you.
And I hate it.”

Bandara tetap jalan.

Lo diam lama.

LO:
“Udah?”

GUA:
“Apa?”

LO:
“Udah teriak?”

Amarah naik lagi.

GUA:
“Gua nggak—”

LO:
“Lo iya.”

Lo maju sedikit.

LO:
“Yang gua lihat:

lo bangun identitas dari jadi error.
Terus jadi Ophiuchus.

Dan sekarang lo marah
karena itu berhasil.”

GUA:
“FUCK YOU.”

Lo tidak goyah.

LO:
“Itu dia.”

GUA:
“Fuck you karena tenang.
Fuck you karena benar.
Fuck you karena hidup lo jalan.”

LO:
“Bagus.
Sekarang jujur.”

Dia buka notebook.

LO:
“Timer 19:00.
Gua ngerti sekarang.”

Menulis cepat.

LO:
“Penjara lo bukan gua.
Penjara itu keyakinan lo
bahwa bebas = lari.”

Tutup buku.

LO:
“Gua bukan penjara lo.
Gua cermin.
Dan lo benci yang lo lihat.”

Lo ambil tas.

LO:
“Jangan hubungi gua sampai lo jelas sama diri lo.”

GUA:
“Fine.”

Lo berhenti.
Balik badan.

LO:
“Lo bukan error, [GUA].”
“Lo cuma takut.”

Gua pergi.
Tidak lihat belakang.

19:44 — Aftermath

Gua sendirian.

Kopi dingin.
Tangan gemetar.

Ponsel bunyi.

LO: Outline Timer 19:00 draft di email. Baca atau tidak. Pilihan lo.

Tidak dibaca.

Boarding.

Pesawat naik.

Jakarta menghilang.

Dan sekarang jelas:

Penjara itu gua.
Kunci itu pengakuan.
Segel itu pilihan.

Dan itu jauh lebih kejam
daripada menyalahkan siapa pun.

═══════════════════════════════════════════════════
[SYNC STATUS]

Connection: SUSPENDED
Pattern: BROKEN
Prison: SELF-CONSTRUCTED
Key: SELF-ADMISSION
Seal: VOLUNTARY
═══════════════════════════════════════════════════


Who sealed who—
the one who orbits,
or the one who called orbit freedom?




Share/Copy link: