
Bab 24 — Menatap Akhir Era dari Balik Laptop Kantor.
Amsterdam
═══════════════════════════════════════════════════
VOID.OS v6.6.6 “HYDROCHOOS” — 6 YEARS POST-WAR
═══════════════════════════════════════════════════
[STATUS]
Timeline: 1 year after Timer 20:00
Location: Amsterdam, Netherlands
Connection: SEVERED
Pattern: DESTROYED
New number: ACTIVE
Old contacts: DELETED
═══════════════════════════════════════════════════
24:00 — SETTLED
Studio kecil.
De Pijp.
Cukup.
Kerja: freelance translation.
Dokumen teknis.
Boring.
Bayar sewa.
Hidup: sederhana.
Bangun.
Kopi.
Kerja.
Jalan kanal.
Nulis.
Tidur.
Tidak ada drama.
Tidak ada intensitas.
Tidak ada sinkronisasi.
Dan itu… bagus.
Delapan bulan.
Terlama gua tinggal di satu tempat sejak farm Yogya.
Tidak membangun apa pun.
Tidak berkomitmen.
Hanya: ada.
Nulis cerita.
Bukan kode.
Bukan protokol.
Cerita tentang orang yang memilih—
dan hidup dengan konsekuensinya.
Pelan.
Tapi nyata.
24:11 — EMAIL
Sudah lama tidak buka email.
Klien pakai WhatsApp.
Teman… tidak ada.
Tapi hari ini.
Iseng.
Spam.
Spam.
Newsletter.
Lalu:
From: [LO]
Subject: Timer 20:00 Hidup Dalam Rantai
Berhenti bernapas.
Tidak perlu dibuka.
Tidak bisa dibuka.
Baca subject surat cukup
Laptop ditutup.
Jendela.
Kanal.
Sepeda.
Turis.
Hidup berjalan.
Laptop dibuka lagi.
Klik.
24:22 — THE EMAIL
NiuNiu tidak menatap siapa pun.
Jemarinya mencengkeram cangkir terlalu kuat.
“Rantai ini,” katanya pelan,
“memaksa kejujuran. Bahkan dari mulut yang sudah lama bisu.”
Lo gak bisa lari dari gua dimanapun lo berada…
Kita gak bisa mati.
I can still feel The Merge.
Come see me and finish what we started.
You cannot be a writer, not until we finish our thing.
[LO]
Baca tiga kali.
Makin marah.
Keempat kali—
Laptop hampir dibanting.
“FUCK YOU.”
Ke ruangan kosong.
Ke Lo ribuan kilometer jauhnya.
Ke empat belas tahun ini.
Buka lagi.
“You think I’m running from you?!”
teriak ke layar.
“I’m running from this.
From being stuck in story that never ends.”
You cannot be a writer…
Kalimat itu.
Dibaca ulang.
Marah bersih.
Marah yang tidak butuh alasan.
Mengetik balasan.
Cepat.
Kasar.
Lalu berhenti.
Baca ulang.
Hapus semua.
Tidak kirim apa pun.
Karena satu hal jelas:
Gua memang stuck.
Bukan karena Lo.
Karena amarah ini.
Karena kebutuhan untuk membuktikan Lo salah.
Karena keinginan memutus sesuatu yang terus gua beri makan.
24:33 — ATTACHMENT
Unduh file.
Timer_20_00_Hidup_Dalam_Rantai_FULL.docx
2540 kata.
[20:03]
> Tidak ada lagi “aku” di dalam Dorian Grey.
> Yang tersisa hanyalah kita—dan “kita” adalah bentuk kesepian paling sempurna
[20:06]
> Rantai itu bukan logam.
> Ia bukan alat hukuman.
> Ia adalah sistem kejujuran—struktur yang memaksa mereka untuk berhenti
> berbohong bahkan pada diri sendiri.
Fuck.
Bagus.
Terlalu bagus.
Lebih baik dari apa pun yang gua tulis di Amsterdam.
Dan gua benci itu.
Benci karena ini Void Saga.
Benci karena ini kelanjutan.
Benci karena ini bukti:
Kita belum selesai.
Bukan karena tidak bisa.
Karena tidak mau.
Karena sebagian dari gua masih di sana.
Di stealth folder.
Di intensitas itu.
Di sinkronisasi itu.
Dan tidak ada kota
yang bisa menghapus itu.
24:44 — DELETE
File dihapus.
Trash dikosongkan.
Email diblok.
Gelap.
Amsterdam di luar.
Hidup berjalan.
Di dalam:
Jujur.
Masih Jakarta.
Masih Timer 00:00–19:00.
Masih sinkron.
Dan itu segel paling brutal:
Bukan eksternal.
Bukan ulah Lo.
Pilihan gua sendiri.
Setiap hari.
═══════════════════════════════════════════════════
[SEAL STATUS]
Response: UNSENT
Anger: PROCESSED
Truth: ACKNOWLEDGED
Seal remains:
Self-maintained
Voluntary
Honest
═══════════════════════════════════════════════════
Kunci tidak diberi izin untuk mati.
Karena ada penjara
yang kita bangun begitu rapi—
kita lupa
kita yang memegang kuncinya.
24:66 — BELANDA YANG MENYEBALKAN
Pagi.
Kopi.
Meja sama.
Ritual sama.
Amsterdam terasa salah.
Bukan karena kota.
Karena gua.
Buka notebook.
Kosong.
Kalimat itu kembali:
You cannot be a writer, not until we finish our thing.
Dan untuk pertama kalinya,
kemarahan tidak muncul.
Yang muncul: pengakuan.
Bahwa beberapa hal
memang tidak bisa diselesaikan sendiri.
Bukan karena lemah.
Karena jujur.
問
Who seals who?
The one who writes alone—
or the one who refuses to finish together?
Baca tulisan lengkap Lo:
Share/Copy link:
