
Bab 02 — Menatap Akhir Era dari Balik Laptop Kantor.
Optimisasi Struktur Tim
02:21 — Dua Puluh Menit Penentuan
Calendar notification.
[MEETING INVITE]
Subject: Team Structure Optimization Discussion
Attendees: LO, GUA, [MANAGER], [HR]
Time: 14:00 (Today)
Location: Zoom
Optimisasi.
Kata yang terlalu bersih untuk sesuatu yang akan kotor.
Gua baca undangan itu dua kali.
Berhenti di satu nama.
[LO].
Lo belum online.
Tiga menit kemudian, status lo berubah hijau.
Private message masuk:
LO: Lo lihat invite?
GUA: Lihat.
Pause.
LO: Ini tentang kita.
Bukan pertanyaan.
Pernyataan.
Jam menunjukkan 13:40.
Dua puluh menit.
Di terminal, folder itu masih terbuka:
_sandbox/stealth/
├── timer_00_00_final.md (complete)
├── timer_01_00_final.md (complete)
├── timer_02_00_draft.md
├── project_title.txt
├── julia_rose_profile.md
├── biosuit_3768AX_specs.md
└── structure_notes.md
Timer 02:00 belum selesai.
Gua sudah nulis sampai 02:48.
Lo yang seharusnya menutup 02:59.
GUA: Timer 02:00 belum selesai.
LO: Gua tahu.
LO: After meeting?
GUA: After meeting.
Kita berdua tahu:
setelah meeting, mungkin tidak ada “after” lagi.
🜃
02:22 — Mengumpan Mesin
Dua minggu sebelumnya.
Performance review cycle.
Form yang sama.
Pertanyaan yang sama.
Jawaban kita?
Nyaris identik.
Posisi yang terlalu terbuka dalam Team Meeting.
Sistem menyukai keteraturan.
Tapi terlalu rapi selalu mencurigakan.
[PERFORMANCE ANALYSIS]
User: LO
User: GUA
────────────────────────────────────
Correlation detected:
- Self-assessment language similarity: 94%
- Achievement overlap: HIGH
- Collaboration mention: RECIPROCAL
────────────────────────────────────
Pattern: POSSIBLE COLLUSION or DEEP INTEGRATION
Risk: MODERATE
Action: ESCALATE TO MANAGEMENT
Kita tidak bersekongkol.
Kita hanya sinkron.
Dan sinkronisasi, bagi sistem, adalah anomali.
🜃
02:33 — Darah Pembawa Virus
[ENGINEER BARU] bertanya di Slack:
[ENGINEER BARU]: Quick question - how do [LO] and [GUA]
review code so fast?
Every PR I submit to them gets feedback in like 10 mins.
But the feedback is always... coordinated?
Like one person catches logic issues, the other catches edge cases.
Without discussing?"
Senior engineer respond:
[SENIOR ENGINEER]: They have good workflow.
Been working together a while.
Tapi [ENGINEER BARU] gak puas:
[ENGINEER BARU]: Yeah but I tried pairing with [PARTNER] the same way.
We need way more communication to get half the quality.
Is there like... a technique?
Pertanyaan itu tidak berbahaya.
Jawabannya yang berbahaya.
Karena orang lain mulai melihat kemungkinan:
"Oh, bisa begitu ya?
Tanpa meeting marathon?
Tanpa documentation overhead?"
kerja tanpa kebisingan.
Manager (masih pake kacamata hitam di call) menutup diskusi dengan kalimat ambigu.
[MANAGER]: "Can we chat briefly after standup tomorrow [GUA], [LO]?
Nothing urgent. Just some team structure thoughts."
Nothing urgent = hal urgent.
🜃
02:34 — Adrenalin yang Kesepian
Sepuluh menit sebelum meeting.
Scene 02:59 masih kosong.
## 02:59 — PELUKAN DALAM LEDAKAN
[INCOMPLETE]
Lo supposed to close ini.
Tapi lo lagi… apa?
Gua check Slack.
Status Slack lo: 🟠 Away.
Gua coba nulis sendiri.
Semua terasa salah.
Karena scene ini tidak hanya satu suara.
Ia butuh dua.
Status berubah: 🟢 Active.
LO: Sorry. Bathroom. Back.
LO: Lo stuck di 02:59?
GUA: Iya. Gak bisa solo.
LO: Gua juga. Udah coba tadi pagi. Deletion rate 90%.
Pause.
LO: After meeting kita selesain bareng?
GUA: Deal.
Alarm Zoom berbunyi.
Meeting starting in 1 minute.
Countdown dimulai.
🜃
02:35 — Optimisasi
[MANAGER] membuka dengan senyum profesional.
[HR] melanjutkan dengan bahasa yang sempurna.
“Single point of failure.”
“Kita ingin memperluas exposure.”
“Bukan karena performa buruk.”
Justru sebaliknya.
LO ke Atlas.
GUA ke Titan.
Dua konteks.
Dua ritme.
Dua arah.
Tidak ada argumen yang bisa menang.
Karena sistem tidak menyerang—
ia menata ulang.
Meeting berakhir.
Tidak ada yang perlu dikatakan.
🜃
02:46 — Lintasan Menuju The Void
Email datang.
Subject: Team Transition - Action Items
Hi [LO] and [GUA],
As discussed, here are next steps:
TIMELINE:
- Week 1: Shadow new teams
- Week 2: Begin transition
- Week 3: Full integration
LOGISTICS:
- New Slack channels
- New standups ([LO]: 9am, [GUA]: 10am)
- New jira boards
- Knowledge transfer sessions
MANAGER ASSIGNMENTS:
- [LO] → Reports to [NEW MANAGER 1] (Atlas)
- [GUA] → Reports to [NEW MANAGER 2] (Titan)
Please confirm receipt.
Best,
[HR] | People Operations
Timeline jelas.
Integrasi penuh minggu ketiga.
Di file fiksi, Julia terkunci di lintasan.
Escape window expired.
Paralelnya terlalu rapi untuk disebut kebetulan.
Lo masih online.
GUA: Lo baca email?
LO: Baca.
GUA: Kita lanjut stealth project?
Long pause.
LO: ...gak tahu caranya. Beda timezone. Beda sprint. Beda context.
GUA: Async? Commit malem?
LO: Maybe. Tapi... rasanya bakal slow. Bakal... salah.
Stealth project hidup dari sinkronisasi.
Tanpanya, ia hanya file.
🜃
02:47 — Pelukan dalam Ledakan
Jumat sore.
Tiga puluh menit tersisa.
Kita duduk berdampingan.
Buka dokumen yang sama.
Tidak ada diskusi.
Hanya timing.
Gua menulis kehancuran.
Lo menulis kedekatan.
Scene selesai pukul 17:28.
Lo save file:
git add timer_02_00_final.md
git commit -m "T02 complete - 3,135 words - final collaboration"
Gua push:
git push origin stealth/timer_02_00_final.md
Status berubah:
_sandbox/stealth/
├── timer_00_00_final.md (complete)
├── timer_01_00_final.md (complete)
├── timer_02_00_final.md (complete) ✓
├── project_title.txt
├── julia_rose_profile.md
├── biosuit_3768AX_specs.md
└── structure_notes.md
Tiga Timer selesai.
Tepat sebelum pemisahan.
🜃
02:48 — Arsip
Senin pagi.
First day transisi.
Gua join Slack channel baru:
#team-titan-daily
Standup 10:00 (bukan 09:00).
Different faces.
Different rhythm.
[NEW MANAGER 2]:
“Apa plan lo hari ini?”
Standard question.
GUA:
“Ramping up on Titan architecture. Reading docs.”
[NEW MANAGER 2]:
“Great. Let me know if you need anything.”
Gua check Lo’s status di Slack.
🟢 Active.
Tapi lo di channel berbeda sekarang:
#team-atlas-daily
Gua gak punya akses.
Private message:
GUA: How's Atlas?
Terkirim 10:47.
Read receipt: 11:23.
Reply:
LO: Oke. Beda banget. Frontend stack unfamiliar.
LO: Lo gimana?
GUA: Same. Backend infra. Learning curve steep.
Pause.
LO: Kita... masih lanjut stealth?
GUA: ...gak tahu. Lo punya waktu?
LO: Gak banyak. Atlas sprint aggressive.
GUA: Titan juga.
Jam 15:00, notification:
[SYSTEM ALERT]
Folder access updated:
_sandbox/stealth/ → Archived (read-only)
Reason: User reassignment - folder flagged as legacy collaboration artifact
Sistem lock folder kita.
Bukan dihapus.
Dibekukan.
Gua coba edit structure_notes.md
Error: Permission denied.
File is read-only.
Gua kirim screenshot ke Lo.
GUA: [screenshot]
GUA: Stealth folder di-lock.
LO: ...
LO: Sistem literalnya delete context kita.
Separation complete.
Sistem tidak membunuh error.
Ia mengarsipkannya.
🜃
02:59 — Sisa
Tiga minggu kemudian.
Output normal.
Velocity stabil.
Risiko nol.
Tapi folder itu tetap ada.
Gua gak pernah buka _sandbox/stealth/ lagi.
Read-only mode bikin file itu… haunted.
Seperti kuburan.
Sunyi.
Lo udah gak dua meja dari gua.
Dan di suatu malam, Gua buka terminal.
Navigate ke folder lama:
cd _sandbox/stealth/
ls -la
_sandbox/stealth/
├── timer_00_00_final.md (complete)
├── timer_01_00_final.md (complete)
├── timer_02_00_final.md (complete) ✓
├── project_title.txt
├── julia_rose_profile.md
├── biosuit_3768AX_specs.md
└── structure_notes.md
No timer_03_00.
No continuation.
Gua baca ulang.
timer_02_00_final.md,
terus baca lagi.
Realized something:
Kita nulis scene itu knowing it was the last.
Kita nulis pelukan dalam ledakan as… what?
Prophecy?
Wishful thinking?
Documentary?
Gua create file baru (local only):
touch bab_02_notes.txt
Tulis:
Bab 02 — Optimisasi Struktur Tim
Status: Complete (in reality)
Lo dan Gua dipisah.
Stealth project archived.
Timer 02:00 selesai sebelum separation.
Timer 03:00... tidak akan ada.
Atau mungkin ada.
Tapi async.
Slow.
Salah.
Error yang dipelihara jadi error yang... apa?
Ditinggalkan?
Di-archived?
Atau masih hidup, cuma... sunyi?
Gua save.
Matiin laptop.
Pulang.
Di jalan, phone vibrate.
Slack notification.
Lo.
LO: [sent a file]
> timer_03_00_outline_solo.md
Message:
LO: Gua coba mulai sendiri.
LO: Gak janji bisa lanjut.
LO: Tapi... file ada.
LO: Kalau lo mau lanjut suatu saat.
Lokal.
Tidak tersinkron.
Bukan kelanjutan.
Hanya tanda napas.
Error tidak bisa mati.
Ia hanya menunggu.
問
Jika sinkronisasi dianggap risiko—
apakah stabilitas adalah bentuk lain dari kepunahan?
🜃
🜃
Share/Copy link:
