
Bab 23 — Menatap Akhir Era dari Balik Laptop Kantor.
Cengkareng
═══════════════════════════════════════════════════
VOID.OS v6.6.6 “HYDROCHOOS” — 5 YEARS POST-WAR
═══════════════════════════════════════════════════
[CRITICAL STATUS]
Timeline: 1 year after Timer 19:00
Connection count: 8
Pattern: BREAKING
System integrity: COMPROMISED
═══════════════════════════════════════════════════
23:00 — TEXT
Airport Wi-Fi.
Cengkareng.
Gate belum announce.
Mengetik.
Hapus.
Mengetik lagi.
GUA: I’m at airport.
Sent.
Gua mulai nyesal.
GUA: Jakarta. Terminal 3. Leaving soon.
Sent.
Gua makin nyesal.
GUA: You arou_
Tahan.
Hapus.
Tiga belas tahun.
Koneksi berulang.
Pola stabil.
Sampai sekarang.
Gua sangat nyesal kirim pesan.
Kunci ponsel.
Satu menit kemudian.
Makin gelisah.
Delete pesan.
Berharap lo gak baca.
Hape getar.
LO: Terminal 3? I’m coming.
Fuck.
Lo baca.
Mengetik cepat.
GUA: You don’t have to.
LO: Already on the way.
23:11 — WARUNG
Lo datang.
Lima puluh lima menit.
Baju biasa.
Baju orang tua.
Tenang.
Warung.
Kopi murah.
Bandara.
Lo lihat gua.
Tidak bertanya.
Hanya melihat.
LO: “Farm?”
GUA: “Sold.”
LO: “Partner?”
GUA: “Done.”
LO: “Plan?”
GUA: “None.”
Jeda.
LO: “Terbang lagi?”
Senyumnya tidak mengejek.
Mengerti.
GUA: “Yeah.”
Kami tertawa pelan.
Anak muda di sebelah.
Laptop.
Coding.
Earphone.
LO: “Itu kita dulu.”
GUA: “Iya.”
LO: “Lo kangen?”
GUA: “Koding?”
LO: “Ya.”
GUA: “Enggak.”
Jeda.
GUA: “Gua mau nulis.”
LO: “Nulis apa?”
GUA: “Cerita. Cerita beneran. Di mana aja.”
Lo menatap lama.
LO: “Pertanyaan serius.”
GUA: “Apa?”
LO: “Lo gak kekunci gua kan?”
Diam.
GUA: “Apa maksud lo?”
Nada Lo tenang.
Terlalu tenang.
LO: “Timer 19:00. Kita nggak pernah nulis.
Tentang penjara. Tentang kunci.”
Sesuatu patah.
GUA: “Lo kira lo penjara gua?”
LO: “Gua nanya—”
GUA: “Enggak. Lo nuduh.”
Dan itu meledak.
GUA:
“Lo kira gua stuck karena lo?”
“Lo kira semua hubungan gua gagal karena gua bandingin sama lo?”
“Lo kira gua masih muter orbit lo?”
Tarik napas.
GUA: “Lo benar.”
Lo kaget.
GUA:
“Stealth folder itu penjara gua.
Intensitas bareng lo itu penjara gua.
Dan lo adalah trigger terbesarnya.”
Lo mau bicara.
Gua berdiri.
GUA:
“Setiap dua tahun lo ada.
Stabil.
Bangun.
Dewasa.
Dan gua masih stuck.
Mengulang pola yang sama.”
Duduk lagi.
Kursi dihantam.
GUA:
“Dan bagian terburuknya?
Gua pikir ketemu lo bakal ngasih izin.
Closure.
Apapun.”
Tertawa patah.
GUA:
“Ternyata cuma bukti:
gua belum pernah pergi
dari folder yang kita hapus.”
Meja digedor pelan.
Final.
GUA:
“Lo tanya gua kekunci lo?”
“Fuck. Yes. I’m stuck with you!”
Bandara tetap jalan.
Lo diam lama.
LO: “Udah?”
GUA: “Apa?”
LO: “Udah teriak?”
Amarah naik lagi.
GUA: “Gua nggak—”
LO: “Lo iya.”
Lo maju sedikit.
LO:
“Yang gua lihat:
lo bangun identitas dari jadi error.
Jadi Ophiuchus.
Dan sekarang lo marah
karena itu berhasil.”
GUA: “FUCK YOU.”
Lo tidak goyah.
LO: “Itu dia.”
GUA:
“Fuck you karena tenang.
Fuck you karena benar.
Fuck you karena hidup lo jalan.”
LO: “Bagus.”
“Sekarang jujur.”
Dia buka notebook.
“Timer 19:00. Gua ngerti sekarang.”
Menulis cepat.
“Penjara lo bukan gua.
Penjara itu keyakinan lo
bahwa bebas = lari.”
Tutup buku.
“Gua bukan penjara lo.
Gua cermin.
Dan lo benci yang lo lihat.”
Lo ambil tas.
“Jangan hubungi gua.”
GUA: “Fine.”
Lo berhenti.
Balik badan.
“Lo bukan error [GUA].”
“Lo cuma takut.”
Pergi.
Tidak lihat belakang.
23:44 — AFTERMATH
Gua sendirian.
Kopi dingin.
Tangan gemetar.
Ponsel bunyi.
LO: Outline Timer 19:00 draft di email. Baca atau tidak. Pilihan lo.
Tidak dibaca.
Boarding.
Pesawat naik.
Jakarta menghilang.
Dan sekarang jelas:
Penjara itu gua.
Kunci itu pengakuan.
Segel itu pilihan.
Dan itu jauh lebih kejam
daripada menyalahkan siapa pun.
═══════════════════════════════════════════════════
[SYNC STATUS]
Connection: SUSPENDED
Pattern: BROKEN
Prison: SELF-CONSTRUCTED
Key: SELF-ADMISSION
Seal: VOLUNTARY
═══════════════════════════════════════════════════
問
Who sealed who—
the one who orbits,
or the one who called orbit freedom?
Baca tulisan lengkap Lo:
Share/Copy link:
