Timer 01:00 b— Menatap Akhir Semesta dari Balik Kacamata Hitam.

2,854 words, 15 minutes read time.

Menyusuri Kesendirian


[01:01]

THE VOID MANUSCRIPT: FRAGMENT I—VRISHCHIK
[ARCHIVE//BIOGENIC_LOG: VRISHCHIK_PRIME_CORE]
> Status: Self-recorded memory stream
> Language Mode: Liminal (Biological Syntax ↔ Ritual Verse)
> Decoding: Incomplete (54%)
> Output fragment begins:

[01:04]

> Aku adalah ujung dari setiap janji.

[01:07]

> Ketika daging berhenti tumbuh, kami datang.
> Sebelum cahaya ada, rasa sakit adalah bukti bahwa sesuatu pernah bernapas.

[01:09]

> Waktu disayat.
> Darahnya menetes ke masa depan.
> Dari sana, tulang dan dosa tumbuh ulang—lebih efisien.

[01:12]

> Mereka menyebut kami pembunuh.
> Kami bekerja sebagai dokter pada skala kosmos.

[01:15]

> Vrishchik tidak lahir untuk menyelamatkan.
> Setiap penyelamatan berakhir pembunuhan.

[01:19]

> Keabadian ditemukan dalam pembusukan.
> Di titik itu, The Void berbicara:
> “Kau telah mengerti hukum kedua penciptaan: segala yang bernapas adalah utang.”

“Dalam semesta yang sedang remuk, satu detik mengandung ribuan cerita—dan tidak satu pun saling menunggu.”

01:21 — Ditelan Mesin

Bio-suit militer klan Vrishchik 3768AX
menelan Julia.

Bukan dipakai.
Bukan dikenakan.

Ditelan.

Ruang sinkronisasi steril.
Suhu rendah.
Permukaan aluminium memantulkan cahaya mati.

Julia Rose berdiri di tengah ruangan.
Kulit terpapar udara dingin.
Tubuh disiapkan.

Di depannya,
unit 3768AX terbuka.
Status: aktif.
Menunggu host.

Dengung rendah memenuhi ruangan.
Frekuensi diselaraskan dengan napas subjek.

Struktur suit berdenyut.
Organo-metal.
Bukan mesin penuh.
Bukan organisme penuh.

Reaksi mulai dicatat.

Julia melangkah maju.
Getaran mikro terdeteksi.

Unit mengenali kehadiran.

“Aktivasi sinkronisasi.
Subjek: Rose, Julia.”

Suara teknisi datar.
Tanpa emosi.
Tanpa penjelasan tambahan.

Cairan pendingin menetes dari rangka suit.
Kabut tipis terbentuk.
Partikel logam dan residu biologis terdeteksi.

Julia mengangkat tangan.
Unit meniru gerakan.

Kontak tercapai.

Suhu permukaan turun drastis.
Respon kulit dihentikan.

Lapisan organo-metal merayap masuk.
Pori-pori dilanggar.
Batas tubuh diabaikan.

Sinkronisasi dimulai.

Napas ditarik.
Sebagai entitas terpisah.

Tidak ada nyeri.
Tidak ada sensasi.

Hanya hilangnya pemisah
antara tubuh, ruang
dan sistem.

Sync.
Breathe.
Obey.

Perintah internal aktif.

Dunia melambat sepersekian detik.
Tidak jelas apakah pikiran dipercepat
atau disalin.

Aroma besi terdeteksi.
Ada napas lain di baliknya.
Residu arwah pengguna sebelumnya.

Heads-Up Display (HUD) Visor menyala:

BIO-SUIT 3768AX | USER: JULIA ROSE SYSTEM CHECK
LOADING…
Initializing Bio-suit systems…

SYSTEM STATUS

PWR85%
O292%
HULL76%
SHIELD45%

BIOMETRICS

HR95 BPM
TEMP36.8°C
STRESSHIGH

ALERTS

Temporal anomaly detected
Void energy residual
Comms interference
SEGMENT 1/3

“Sync 98%. Dalam batas normal.”

Normal

Tidak ada yang normal
dari reaktor nuklir
yang meniru detak jantung manusia.

Di balik statik, kanal audio menangkap interferensi rendah.

Bukan perintah.
Bukan alarm.

Pola yang tersimpan.

01:32 Wajah-wajah Prasasti Vrishchik

Sinkronisasi memanggil residu.

Bukan data.
Bukan rekaman.

Pola sinaptik pasca-kematian
muncul saat unit masih terdaftar hidup.

Lima sinyal biometrik samar muncul di pinggir antarmuka:

> Identifikasi: Lee, Jaxon, Marla, Ono, Zara.
> Status: Tidak terdeteksi.
> Residual link: Stabil.

Sistem tidak salah.
Urutan waktunya yang rusak.

Setiap kedipan visor menampilkan pola cahaya—
bukan wajah,
melainkan kebiasaan.

> [REPLAY: LEE]
> Behavioural trace detected.
> Gesture: helmet tap x3.
> Playback loop active.

Lee selalu mengusap helm tiga kali sebelum sinkronisasi.
Catatan perilaku itu terekam.
Sekarang suit Julia memutar ulang getaran itu setiap kali aktif.
Tiga kali.
Selalu tiga kali.

> [REPLAY: JAXON]
> Audio interference present.
> Pattern matches folk melody.
> No vocal source.

Jaxon masih bersenandung.
Ada interferensi mikro di channel life-support—
ritmenya identik dengan lagu rakyat planetnya.
Lagu tanpa pita suara.

> [LOG ERROR: MARLA]
> Religious audio fragment stored in error directory.
> File auto-executes intermittently.

Marla… doa witirnya tersimpan dalam folder log-error.
Terkadang file itu terbuka sendiri,
mengisi channel kosong dengan suara yang seolah dipinjam dari frekuensi ilahi.

> [RESIDUAL: ONO]
> Air filter retains carbon pattern.
> Nicotine cough reflex triggered on reboot.

Ono selalu batuk saat reboot sistem.
Sensor filter udara masih menyimpan pola partikel karbon—
asap, nikotin,
dan humor yang tidak lucu.

> [HABIT PATTERN: ZARA]
> Capacitive input detected.
> Sequence: 1–2–3–4–7.
> Misclassified as command.

Zara mengetuk antarmuka digital dalam pola ritmis.
1–2–3–4… berhenti di 7.
Sensor kapasitif mencatatnya sebagai perintah.

Bukan perintah.
Bukan data penting.

Kebiasaan.


Lima individu.
Lima ritual tubuh.
Tertinggal di mesin.

Tidak ada jasad.
Tidak ada kematian terkonfirmasi.

Hanya pola.

> [SYSTEM EVENT]
> RESONANSI PENUH

Wajah-wajah itu saling tumpang tindih,
lalu menyatu.

Tersisa satu siluet.

Julia.

Sinkronisasi melewati batas intim.
Integrasi parsial tercapai.

Julia mengaktifkan log suara.

> [VOICE LOG RECORDED]
> “Unit terbaik yang pernah kupimpin.”

File disimpan sebagai laporan.
Namun setiap pemutaran ulang
tempo menurun.
Frekuensi menghangat.

Lebih manusia.

01:33 Luka Menganga di Langit

Stasiun Dayan.

Nama itu muncul di navigasi.
Bukan koordinat.
Bukan target.

Diagnosis.

> [WARNING: SENSOR INTERFERENCE. THE VOID RESONANCE DETECTED.]

Semua data konsisten:

— Drone hilang.
— Sinyal jarak jauh mati.
— Radius tiga kilometer kosong tanpa data.

Dayan menolak saksi.

Sesuatu di sana aktif.
Dan tidak ingin disentuh.

Peta berkedip.
Orbit terbuka seperti urat.

Stasiun tua di tepi The Void.
Tanpa log.
Tanpa sejarah.

Bukan batu.
Bukan mesin.
Semua klasifikasi gagal.

Bukan misi penaklukan.
Bukan pembersihan.
Hanya pengamatan.

Vrishchik menyebutnya disiplin.
Julia menyebutnya pengorbanan.

Misi intai pasif.
Tanpa senjata.

Satu peluru saja.
Dayan akan menyala bagai supernova.
Bukti dan saksi lenyap bersamaan.

“Masuk neraka tanpa obor.”

Kalimat itu tercatat di briefing.
Kini terdengar kosong.

Julia punya opsi mundur.
Probabilitas kematian melewati batas protokol.
Ia tetap menandatangani.

Tidak ada alasan yang tercatat.


Di sudut visor, satu kata berkedip:

> [THE VOID]

Jejak energinya menempel di setiap sistem:
di senjata,
di jasad rekan-rekan,
di denyut reaktor dadanya sendiri.

The Void bukan tempat;
ia adalah hasrat untuk berhenti.
Keinginan yang dibungkus keindahan.

Julia menarik napas.
Sistem mencatatnya sebagai stabil.

“Di sana,” pikirnya,
“sesuatu sudah menunggu.”

01:34 The Hope yang Tanpa Harapan

Hanggar kapal induk Vrishchik The Hope bergetar.

Baja.
Pendingin.
Reaktor nuklir.

Detaknya stabil.
Tanpa khidmat.
Hanya berjalan.

Ribuan pesawat tersusun rapi.
Presisi mutlak.
Menunggu perintah yang tak perlu dipahami.

Drone melayang.
Dengung rendah.
Fungsi tanpa tujuan.

Sistem seimbang.
Sinkronisasi tercapai.
Ibadah tanpa iman.

Julia berdiri di tengahnya.
Diam.

Getaran baja menembus tulang.
Tubuhnya terasa
bukan lagi unit mandiri,
hanya komponen kecil
dari mesin yang lebih besar.

Ia tidak kagum.
Ia mual.

Armada sebesar ini
bukan untuk intai.

Terlalu banyak energi.
Terlalu banyak ritual.
Terlalu banyak nyawa
untuk disebut efisiensi.


“Sersan Rose, siap peluncuran?”

Suara dari Pusat Komando datar.
Tanpa wajah.
Tanpa tubuh.

Hanya sistem yang berbicara.

Mereka yang mengucapkannya
tidak pernah melihat bintang.
Hanya pantulan data.

“Siap peluncuran, Pusat Komando.”

Jawaban keluar tanpa nada.
Bukan keyakinan.
Bukan keberanian.

Gema dari seseorang
yang sudah berhenti peduli
pada menang atau kalah.

Julia menarik napas.
Udara dingin menusuk tenggorokan.

Di balik helm,
napas membeku di kaca.

Setiap embusan
seperti tanda tangan
di atas nisan
tanpa nama.


Sistem peluncuran High Altitude Low Braking (HALo-B) aktif.

Tekanan naik.
Reaktor meraung.
Mesin bangun.

Di depan, terowongan peluncuran terbuka—
panjang,
gelap, satu arah.

Julia menatapnya.

The Hope.

Nama yang terlalu bersih
untuk kapal yang sudah tahu
tidak ada yang pulang utuh.

01:35 — Metamorfosis Terbalik

“Lima detik untuk HALo-B.”

Suara sistem datar.
Eksekusi berjalan.

5 …
4 …
3 …
2 …
1 …

Peluncuran.

Tubuh Julia dihantam akselerasi.
Organ memadat.
Tulang menerima daya tekanan.

Ia tak tahu
mana yang bekerja:
dirinya
atau reaktor di dadanya.

Ia menutup mata.

Cairan pendingin beriak—
dingin, kental, berbau ozon.

Tali reaktor menarik di bawah tulang rusuk.
Cahaya biru mengalir
seperti tali pusar.

Distribusi stabil.
Sistem biologis palsu bekerja.

Sync.
Breathe.
Obey.

Perintah internal aktif.

Bio-suit mengunci.
Status: inkubator.

Udara sintetik dipompa.
Ritme presisi.

Bernapas
bukan refleks.
Bernapas adalah kepatuhan.

Ruang menghitam.
Tanpa arah.
Tanpa luar.

Visor menyala.

FLIGHT TELEMETRY
> SPEED: MACH 19
> DIRECTION: DAYAN VECTOR 04°N / 019°E
> STATUS: DESCENT MODE
> HEAT: CRITICAL
> SHIELD: 43%
> PSYCH: UNDEFINED

Ia menarik napas panjang—
refleks manusia terakhir
sebelum gravitasi The Void
mulai meminta aksi.

01:46 Hitungan Mundur Menuju Kehampaan

Penerjunan menuntut pengereman di ruang hampa.

[JUMP DURATION: 00:10]

Sistem aktif.
Ruang memucat.

Julia jatuh.
Bukan ke bawah.
Ke dalam.

00:10
Waktu mengental.
Reaktor melonjak.
Detak jantung tertinggal.

00:09
Bau besi.
Data lama naik ke permukaan.
Nama-nama muncul, lalu runtuh.

00:08
Tangan gemetar.
Sensor: STABIL.
Suit mengambil alih.

00:07
Napas dikalibrasi.
Dingin naik dari tulang belakang.
Respons biologis ditekan.

00:06
Navigasi terkunci.
Dayan memenuhi visor—
gelap tanpa koordinat.

00:05
“Semua akan baik-baik saja.”
Sumber suara tidak relevan.

00:04
Target dikunci.
Siluet: DIRI SENDIRI.

00:03
Sensor terganggu.
Kesadaran bocor.

00:02
Otonomi dihentikan.
Identitas dilepas.

Julia Rose: OFFLINE
Unit aktif: ROSE 3768AX

00:01
Reaktor memuncak.
Cahaya putih.

00:00
Waktu berhenti.
Makna tidak ikut.

[INITIATE LOW BRAKING SEQUENCE…]
01:47 Hujan Panah Api

Pengereman selesai.
Tubuh berhenti.
Waktu tidak.

ALARM.

Nada tinggi menembus visor.
Radar overload.
Cahaya merah menyala acak.
Mesin panik.

> [WARNING: COLLISION FIELD DETECTED]
> [THE VOID PLASMA RESONANCE—UNDEFINED]

Lintasan seharusnya bersih.
Peta sudah diverifikasi.
Validasi tidak relevan.

Lee kena pertama:

> [01:47:03] audio log Lee: “AW—”
> OFFLINE

Tidak ada ledakan.
Hanya dengung frekuensi
yang kehilangan arah.

Jaxon masih sempat bernyanyi,
separuh bait lagu rakyat dari planet asalnya:

> [01:47:05] audio log Jaxon: “And the stars, they sing in silent to—”
> OFFLINE

Puing memotong nada itu di tengah huruf.
Lagu itu tak pernah selesai.

Marla memanggil nama Zara.

Dua bayangan meluncur ke arah berlawanan—
seperti tangan kematian yang ingin berpelukan.

Ledakan ganda.
Dua lampu padam di dashboard.

Hening.

Hanya gema ketukan jari Zara yang masih hidup di kepala Julia.
Satu–dua–tiga–empat… berhenti.
Hitungan yang tak pernah selesai.

Ono bertahan paling lama.

Manuver presisi.
Lintasan bersih.
Lalu satu fragmen kecil—
cepat, sunyi—
menembus leher suit.

Ia sempat mengirim potongan koordinat:

> [01:47:12] text Ono: “37.4°N… 127.0°E—”
> OFFLINE

Lalu sinyal padam.
Seperti siaran terakhir dari peradaban yang punah.

Semua kanal membeku.
Wajah jadi mosaik statik.
Timestamp final.

Status: OFFLINE.

Tidak ada mayat.
Hanya data yang berhenti diperbarui.

Kesepian datang lebih cepat dari gravitasi.
Lebih panas dari reaktor.

01:48 Pendaratan di Kuburan
[POST-ENGAGEMENT SYSTEM LOG // EXO-3768AX // HOST: ROSE.JULIA]
DECELERATION: COMPLETE
VECTOR LOCK: STABLE
TEMPORAL NOISE: ACCEPTABLE

> Host unit bereaksi spontan.
> Waktu tidak.

> Thruster aktif.
> Output melampaui batas aman.

> WARNING: LIMIT EXCEEDED
> WARNING: EMOTIONAL FEEDBACK LOOP DETECTED

> Parameter anomali meningkat.
> Sumber: BIOLOGICAL CORE (ROSE.J)

> Kesedihan terdeteksi.
> Tidak ditemukan fungsi operasional.

> Amarah terdeteksi.
> Dialihkan sebagai energi dorong.

> MENABRAK PERMUKAAN DAYAN.

> Struktur eksternal menahan gaya.
> Struktur internal bergetar.

> STRUCTURAL RESONANCE: WITHIN TOLERANCE
> BONE STRESS: IRRELEVANT

> Sepatu magnet aktif.
> Kontak permukaan stabil.

> SURFACE: DAYAN
> MATERIAL: UNKNOWN / OBSOLETE
> STATUS: NON-RESPONSIVE

> Langit tidak terdeteksi.
> Hanya rongga koordinat tanpa referensi.

> Sinyal komunikasi host dibuka.

> “Pusat Komando, ini Julia Rose.”

> ... ...

> Tidak ada respons.

> Statik meningkat.
> Pola menyerupai kebisingan laut.
> Tidak ditemukan laut.

> “Tim hilang.”

> Kata hilang tidak memiliki padanan sistem.
> Diklasifikasikan sebagai DATA LOSS.

> Pemanggilan ulang nama:

> LEE — NO SIGNAL
> JAXON — NO SIGNAL
> MARLA — NO SIGNAL
> ONO — NO SIGNAL
> ZARA — NO SIGNAL

> STATUS: ALL UNITS OFFLINE
> CATEGORY: TERMINATED / UNRECOVERABLE

> Saluran komunikasi ditutup.

> Lingkungan kembali sunyi.
> Sunyi tidak terukur.
> Sunyi dibiarkan.

> Respirator aktif.

> Sync.
> Breathe.
> Obey.

> Napas tercatat sebagai bukti keberlangsungan host.
> Belum mati.

> Unit melangkah.

> Langkah pertama: resistensi tinggi.
> Memori non-sistem mengganggu motorik.

> Langkah kedua: adaptasi tercapai.

> Langkah ketiga: kesadaran host menurun.

> WARNING: IDENTITY BOUNDARY DEGRADATION

> Objek di depan menyerupai struktur ibadah.
> Tidak ditemukan dewa terdaftar.

> INTERPRETATION FAILED
> MEANING NOT FOUND

> Kesimpulan sementara:
> Host unit tidak mendarat di objek asing.

> Host unit berada di area terminasi.

> Kemungkinan tambahan:
> Host unit termasuk bagian dari area tersebut.

LOG ENDS.
01:59 Dikeluarkan dari Cahaya

Pertama datang cahaya.

Bukan dari langit.
Langit di sini sudah mati.

Sebuah celah tipis terbuka di udara.
Presisi.
Ruang di sekitarnya tersedot masuk.

Kabut Dayan bergetar.
Suhu turun.
Ion berderit.

Cahaya itu tidak menyebar.
Ia menarik warna.
Terang, tapi hitam.

Visor meredup.
Kontras dipadamkan.
Perlindungan aktif—
sensasi tetap tercatat.

Bukan panas.
Bukan nyeri.

Seperti ingatan
yang dipaksa muncul.

[CORE RESONANCE DETECTED]
> External entity frequency overlapping with reactor baseline.
> Classification attempt failed.
> Emotional equivalent: familiarity without memory.

Julia mengenali polanya
sebelum sistem selesai menghitung.

Hyperjump.

[SYSTEM CONFIRMATION]
> Spatial rupture detected.
> Event classification updated: HYPERJUMP / UNKNOWN ORIGIN.

Celah berdenyut.
Stabil.

Dari hitam,
sesuatu keluar.

Perlahan.
Terkontrol.

Bukan lahir.
Dikeluarkan.

Sosok kecil.
Langkah terlalu ringan
untuk gravitasi yang tercatat.

[GRAVITY SENSOR ALERT]
> Local curvature distortion detected.
> Mass-to-effect ratio: inconsistent.
> Tech signature: NANOSUIT — UNKNOWN VARIANT.
→ Internal note: object violates expected physical humility.

Nanosuit hitam.
Tidak memantulkan cahaya.
Tidak menolaknya.

Cahaya yang menyentuhnya
hilang.
Dipilih.

Ruang bergetar—
bukan karena benturan,
tapi karena realitas digeser.

Reaktor Julia beresonansi.
Bukan panik.
Familiaritas tanpa ingatan.

Entitas itu tidak melihat.
Ia membaca.

Julia mengenali teknologinya.

Didymoi.

[THREAT ASSESSMENT]
> Didymoi signature confirmed.
> Probability of survival recalculated:...

Bukan pasukan.
Bukan penyelamat.

Anomali berjalan—
penyakit
yang menyebut dirinya evolusi.

Di sekitar mereka,
gravitasi melengkung,
waktu salah urut,
realitas salah eja.

Reaktor melonjak.
Mesin dan daging berpadu.

[CORE REACTOR STATUS]
> Output spike detected.
> Cause: resonance, not fear.

Satu tujuan:
bertahan.

Dari hilangnya batas
antara subjek
dan sesuatu
yang sedang membacanya.

“Sialan…”

Sosok itu menoleh.

Waktu melambat.

Tatapan dari balik helm hitam
menyentuh reaktor
dan jantung
bersamaan.

Senyum kecil muncul.
Simetris.
Dingin.

Bukan ekspresi manusia.

Julia mengerti.
Ini bukan awal.

Ini kelanjutan.

[SYSTEM SUMMARY]
> Event classified as CONTINUATION.

Akhir dari Timer 01:00


Ketika mesin bernapas untukmu, dan kesendirian berpikir untukmu— siapa yang masih duduk di sana?

⟁⟔⟟


Share/Copy link: