
Timer 16:50 — Menatap Akhir Semesta dari Balik Kacamata Hitam.
940 words, 5 minutes read time.
Benturan Pusat
[16:51]
[ARCHIVE: ORBIT LINE-0 / CONFLICT INITIATION]
> ACCESS LEVEL : VOID-TIER / LIMINAL OVERRIDE
> STATUS : ACTIVE — REALITY FRACTURE CONFIRMED
> INTEGRITY : CRITICAL / SELF-REWRITING
> ORIGIN : Orbit Garis 0—Narrative Center
> CROSSLINK : UNHOLY ALLIANCE ⇄ DIDYMOI ⇄ ZYGOS ⇄
> HYDROCHOOS ⇄ PARTHENOS ⇄ VRISCHIK ⇄
> OPHIUCHUS
> TEMPORAL INDEX : 16:55 (ABSOLUTE)
> OBSERVER EFFECT : TOTAL — NO SAFE POV REMAINS
“Orbit Garis 0. Enam belas detik sebelum narasi kehilangan hak untuk kembali.”
16:55 — Apakah pusat berikutnya layak diperjuangkan?
Tidak ada lagi sudut pandang yang aman.
Setiap pengamat adalah bagian dari peristiwa.
Setiap catatan mengubah apa yang ia catat.
Parthenon berhenti berpura-pura netral.
Akashic berhenti berpura-pura pasif.
Dan semesta berhenti berpura-pura
bahwa konflik ini masih bisa diselesaikan
dengan struktur lama.
Saat semua calon penulis realitas
membentuk cincin perang—
Unholy Alliance membuka frekuensi purba
yang tidak pernah disiapkan
untuk didengar kembali.
Naskah Parthenon terbuka—
bukan sebagai hukum,
melainkan sebagai pertanyaan.
Didymoi terbelah
bukan menjadi dua,
melainkan menjadi semua kemungkinan sekaligus.
Zygos menimbang.
Hydrochoos mengalir.
Vrischick mendekat.
waktu berhenti.
Bukan simbolis.
Bukan metaforis.
Fisik.
Detik tidak berjalan.
Ia menggantung—
seperti kalimat
yang lupa cara diakhiri.
Dan dari pusat lingkaran enam entitas—
bukan sosok,
bukan suara,
bukan cahaya—
sesuatu bernapas.
Bukan sebagai makhluk.
Bukan sebagai klan.
Bukan sebagai kehendak.
Melainkan sebagai konsep
yang akhirnya menyadari dirinya sendiri.
Ophiuchus.
Bukan klan ke-13.
Bukan oposisi.
Ia adalah anti-pusat—
fungsi semesta yang muncul
setiap kali pusat terlalu yakin
bahwa ia pantas bertahan.
Ophiuchus tidak berkata apa-apa.
Namun seluruh Orbit Garis 0
menerima satu kalimat
tanpa bahasa, tanpa simbol, tanpa suara:
“Apakah pusat berikutnya
layak diperjuangkan—
atau hanya layak diulang?”
Pada saat itu,
perang berhenti menjadi perebutan kemenangan.
Ia berubah menjadi
benturan antar kemungkinan pusat.
Bukan siapa yang paling kuat.
Bukan siapa yang paling benar.
Melainkan:
siapa yang berani hidup
di dunia
yang tidak lagi menjanjikan
pusat tunggal.
Dan Orbit Garis 0—
yang sejak awal hanyalah titik referensi—
berubah fungsi.
Bukan medan pertempuran.
Bukan altar pengorbanan.
Melainkan ruang seleksi naratif.
Tempat di mana semesta
tidak lagi memilih pemenang,
melainkan memilih
cerita mana
yang masih pantas dilanjutkan.
16:55 — Detik sebelum tumbukan
Semesta menahan napas.
Jutaan armada Vrischick berhadapan
dengan jutaan bayangan entitas liar:
sisa kapal tua
drone rusak
AI dengan logika compang-camping
kapal kargo ilegal
pecahan antena asimetrik
makhluk-makhluk yang tidak seharusnya hidup
Dari monitor kapal komando Vrischick,
Himler melihat aliansi lawannya—
kejelekan semesta.
Ketidaksempurnaan.
Bagian yang seharusnya sudah dibersihkan.
Titik-titik hijau.
Kapal-kapal rongsokan.
Algoritma tua yang mengeluarkan asap.
“Kotor,” gumam Himler.
“Ini semua harus dihapus.”
Ia merasakan sensasi aneh:
kasihan,
jijik,
dan kenikmatan akan pembersihan total.
Dan di situlah
semesta memutuskan menghinanya.
Sebuah glitch masuk
ke monitor kapal komando Himler.
Flagship Belial’s Spine mendistorsi.
Bukan serangan canggih—
kecurangan kampungan.
Sebuah video masuk
via jalur logistik:
ruangan tahtanya sendiri.
meja hitamnya sendiri.
kursi kosongnya sendiri.
Dan di atas meja itu—
robot pembersih murahan
mengangkat spray-nozzle
seperti alat kelamin.
Lalu mengencingi
seluruh permukaan
meja hitam kekaisaran.
Pelan.
Ritmis.
Tertelemetri.
Teks holografik kasar menyala:
DEAR FÜHRER.
I PEE ON YOUR ROYAL TABLE.
AND I WRITE IT FOR THE UNIVERSE TO SEE.
LONG LIVE THE UNHOLY ALLIANCES ⟁⧗⟁.
Robot itu mengangguk pelan.
Lalu meledakkan dirinya—
membakar meja hitam sempurna itu,
meninggalkan noda putih
seperti bekas luka.
Himler menjerit dalam diam.
Tangannya gemetar.
Bukan marah.
Bukan jijik.
Takut.
Karena robot pembersih
berhasil menulis sejarah.
Sejarah kecil.
Tapi tetap sejarah.
Dan di semesta ini:
yang menulis = yang menang.
Ledakan itu menjadi
Terompet Sangkakala Superposisi
yang ditunggu aliansi.
Tanpa aba-aba.
Tanpa hitungan mundur.
Tanpa komando.
Schrödinger’s Legion bergerak.
Hyperjump.
Superposisi armada meletus—
waktu melipat.
jarak pecah seperti kaca jatuh.
probabilitas hancur.
keputusan Vrischick lenyap.
Selama tiga detik penuh,
semesta tidak tahu
realitas mana yang benar.
[SEGMENT_F: T-minus 03 seconds]
CAMERA: VOID_LAYER_1 (severe corruption)
EVENT: Zero Resonance Spike / Narrative Centre Destabilization
[00:04:50] — SYSTEM FAILURE IMMINENT
Visual corruption: 78%
Sensor saturation: white
Reality coherence: fragmenting
Akashic cross-check: failing
Semua layar diretas
oleh satu overlay asing:
“THE ASSASSIN IS DECIDING.”
Tanpa asal.
Tanpa tanda tangan.
Tanpa waktu.
[00:04:51] — Probability Waveform Collapse
White Fleet: luminosity spike
Black Fleet: absent from Euclidean space
Hydrochoos Tsunami: wave → hyper-fluid wall
Dorian Grey — internal scan:
AGNIA: Stabilization Logic
NIUMA: Nullification Logic
Dua sinyal ini
seharusnya saling memusnahkan.
Sebaliknya—
mereka selaras.
Eye of The Void
memberi izin.
Efek: kontradiksi ruang-waktu lokal.
Retakan menyebar di Orbit Garis 0.
Definisi taktis:
realitas memilih
membangkang pada dirinya sendiri.
[00:04:52] — DECISION: FIRM
OBJECTIVE: KILL TO WRITE
Weapon deployed: Cut-Line
Width: single photon
Speed: absolute
Trajectory:
→ menembus flagship Vrischick “The Hope”
Durasi dampak: 0.000003 s
Tidak ada ledakan.
Tidak ada api.
Tidak ada suara.
Hanya geometri
yang diedit ulang.
Kapal itu menjadi dua objek
yang tidak pernah ingat
bahwa mereka pernah satu.
[00:04:54] — AUDIO CAPTURE TRANSCRIPT (26 dB)
Sevraya (hampir tak terdengar):
“…perang dimulai, Julia.”
Julia:
“Ironis.
Yang hancur pertama kapal
yang bawa aku ke Dayan.”
Dentuman vakum menciptakan paradoks-suara:
keheningan yang begitu total
hingga terdengar.
[00:04:55] — GLOBAL IMPACT REGISTERED
Orbit Garis 0 melengkung.
Unholy Alliances meraung.
Parthenon menyala.
Hydrochoos jebol.
Zygos bergetar.
Didymoi hitam berkedip.
Didymoi putih memotong probabilitas.
Vrischick terbakar
seperti matahari sekarat.
WAR FOR THE NARRATIVE CENTER: COMMENCED.
Arsip Parthenon — Catatan Tambahan
“Ini bukan catatan pertempuran.
Ini adalah pemakaman
yang dihadiri oleh mereka
yang masih hidup.”
Dan semesta—akhirnya berdarah.
Akashic Records mencatat:
“Setiap peluru yang ditembakkan
adalah kalimat yang ditulis.
Setiap kapal yang hancur
adalah paragraf yang dihapus.
Dan di semesta ini,
yang menulis terakhir—
adalah yang diingat.”
Akhir dari Timer 16:50
問
Jika semuanya terasa penting,
apa yang sebenarnya tidak berarti?
Share/Copy link:
